Logo Pengadilan Negeri Makassar
shade

Kepaniteraan MA Selenggarakan Orientasi Kerja Hakim Tinggi Pemilah Perkara dan Panitera Pengganti Baru

JAKARTA | (15/08) Secara berturut-turut, Mahkamah Agung mengambil sumpah dan melantik dua unsur pendukung penanganan perkara di MA, Panitera Pengganti dan Hakim Tinggi Pemilah Perkara. Hari Kamis (11/8), sebanyak 28 Panitera Pengganti MA dilantik oleh Ketua MA. Hari berikutnya (Jum’at,12/8), sebanyak 14 Hakim Tinggi Pemilah Perkara dilantik oleh Panitera Mahkamah Agung. Untuk membekali mereka dalam menjalankan peran baru di Mahkamah Agung,  Kepaniteraan MA menggelar  orientasi kerja bagi Hakim Pemilah Perkara dan Panitera Pengganti yang baru dilantik, Senin (15/8) bertempat di ruang rapat Kepaniteraan MA, Jakarta.    

Kegiatan orientasi kerja yang juga dihadiri oleh para Hakim Tinggi Pemilah Perkara angkatan 1 dan 2 ini dibuka secara resmi oleh Panitera MA, Ridwan Mansyur.  Kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama orientasi kerja Hakim Tinggi Pemilah Perkara, berlangsung mulai pukul 09.30 –12.00. Sesi kedua orientasi kerja Panitera Pengganti mulai pukul 13.00—16.00. Nara sumber kegiatan ini adalah Wakil Ketua MA Bidang Yudisial dan Panitera Muda Perkara terkait.

Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Yang Mulia Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H, dalam paparannya menjelaskan filosofi keberadaan hakim tinggi pemilah perkara dalam sistem penanganan perkara di MA.  Menurutnya, pembentukan lembaga pemilah perkara di Mahkamah Agung merupakan bagian dari strategi penguatan sistem kamar.

Implementasi sistem kamar di MA,  menurut Jubir MA ini bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian perkara. Untuk mencapai tujuan sistem kamar ini, diperkuat dengan melakukan pemilahan perkara yang memiliki pertanyaan hukum atau perkara yang hanya mempersoalkan fakta. Perkara yang “ditandai” mengandung isu hukum akan diperiksa dengan mendalam, sedangkan perkara yang ditandai hanya mempersoalkan fakta diperiksa dengan proses yang sederhana. Fungsi  pemilahan ini dilakukan oleh Hakim Tinggi Pemilah Perkara. Dengan demikian, kata Waka MA Bidang Yudisial, keberadaan hakim pemilah dalam sistem penanganan perkara adalah sangat strategis.

Dalam sesi kedua,  orientasi kerja diarahkan pada Panitera Pengganti yang baru dilantik. Panitera Muda Perkara Pidana Khusus, Dr. Sudharmawatiningsih, SH., M.Hum yang menjadi nara sumber dalam sesi kedua ini memberikan penakarnaan pada tugas dan tanggung jawab panitera pengganti  Mahkamah Agung.

Menurut Panmud Pidsus ini, fungsi utama Panitera Pengganti MA adalah memberikan dukungan teknis dan administrasi yudisial kepada Majelis Hakim Agung dalam persidangan perkara kasasi dan peninjauan kembali. Dalam menjalankan fungsi ini, Panitera Pengganti MA harus melakukan pencatatan penanganan berkas perkara yang ditanganinya, membuat konsep putusan perkara yang sedang ditanganinya dan menyelesaikan minutasi atau penyelesaian perkara serta Berkoordinasi dengan Panitera Muda Kamar serta operator komputer dan tenaga fungsional lainnya pada Kamar.

Sementara itu, Panitera Muda Perkara Perdata Khusus, Agus Subroto, SH. M.H., fokus  paparannya pada jangka waktu penanganan perkara sebagaimana diatur dalam  SK KMA 214 Tahun 2014.

Menurutnya, Panitera Pengganti MA diharapkan memberikan dukungan kepada majelis hakim agar  penanganan perkara kasasi dan PK dapat diselesaikan  dalam jangka waktu paling lama 250 hari, kecuali  ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, terhitung mulai penerimaan berkas hingga pengiriman kembali berkas ke pengadilan pengaju. [an]

Perkuat Pemilah Perkara, Panitera MA Lantik 13 Hakim Tinggi Pemilah Perkara (HTP) Baru

JAKARTA | (13/8/2022) Panitera Mahkamah Agung, Ridwan Mansyur, mengambil sumpah dan melantik 13 orang Hakim Tinggi Pemilah Perkara (HTP) hasil rekrutmen tahun 2022 dan 1 orang hasil rekrutmen  September 2020. Dengan adanya tambahan 13 personil ini,  kini MA diperkuat dengan 30  Pemilah Perkara, yang terdiri atas 10 pemilah perkara perdata umum, 6 pemilah perkara perdata khusus, 4 pemilah perkara pidana umum,  6 pemilah perkara pidana khusus, dan 4 pemilah perkara perdata agama. Sementara itu, Kamar TUN dan Kamar Militer masih belum memiliki Hakim Tinggi Pemilah Perkara.

Lembaga pemilahan perkara dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 268/KMA/SK/XII/2019 tanggal 30 Desember 2019 tentang Pemilahan Perkara pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Lembaga ini mulai efektif berlaku pada 1 Maret 2020. MA membentuk lembaga pemilah perkara sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kamar.

Menurut Panitera MA,  pemberlakuan prosedur pemilahan perkara dalam alur penanganan perkara di Mahkamah Agung adalah satu cara untuk mempercepat penanganan perkara kasasi dan peninjauan kembali.  

“Dengan mekanisme pemilahan perkara, MA dapat mengidentifikasi perkara yang memiliki isu hukum (question of law) untuk diperiksa lebih dalam oleh majelis hakim,  dan memilah perkara yang tidak memiliki isu hukum atau terkait fakta (question of fact) yang cukup diperiksa melalui proses yang sederhana”, jelas Ridwan Mansyur.

Ditambahkannya prosedur pemilahan perkara dalam proses penanganan perkara di Mahkamah Agung tidak berdampak pada penambahan waktu proses penanganan perkara.  Jangka waktu penanganan perkara, kata Panitera MA, tetap 250 hari kalender sejak perkara  diterima sampai dengan dikirim ke pengadilan pengaju.

Hasil kerja dari pemilah perkara adalah Lembar Usulan.  Lembar usulan bersifat rahasia sehingga harus diserahkan dalam amplop tertutup atau melalui sistem informasi yang hanya dapat dibuka oleh hakim agung yang bersangkutan.  Lembar usulkan hakim pemilah merupakan rekomendasi yang tidak mengikat hakim agung.

Tahapan pemilahan perkara dilakukan sebelum perkara diregister oleh Kepaniteraan Muda Perkara.  Hal ini, Kata Panitera MA, untuk menjamin objektivitas hasil pemilahan perkara, karena  Pemilah Perkara tidak akan mengetahui hasil pemilahannya “diperuntukkan” untuk hakim agung siapa.

Tugas Pemilah Perkara

Merujuk pada SK KMA 268/KMA/SK/XII/2019 tentang Pemilahan Perkara pada Mahkamah Agung Republik Indonesia, Tugas Pemilah Perkara adalah sebagai berikut:

  1. Menelaah syarat formal perkara dan membuat catatan penelaahan
  2. Menelaah substansi perkara dan menentukan apakah sebuah perkara termasuk dalam kategori I, II, III dan IV;
  3. Menyusun lembar usulan kepada Majelis Hakim Agung pemeriksa perkara
  4. Mengirimkan lembaran usulan dalam rangkap 3 (tiga) bersama berkas asli kepada Panitera Muda Perkara dalam 3 (tiga) amplop tertutup dan/atau menggunakan sistem teknologi informasi serta hanya boleh dibuka oleh Majelis Hakim Agung yang menangani perkara tersebut

Alur Kerja

Alur kerja proses penanganan perkara di Mahkamah Agung setelah adanya prosedur pemilahan perkara adalah sebagai berikut:

  1. Penerimaan Berkas Perkara
  2. Penelaahan dan Pemilahan Berkas Perkara
  3. Registrasi Berkas Perkara
  4. Penetapan Kamar,  Penetapan Majelis dan Distribusi Berkas Perkara
  5. Penetapan Hari Musyawarah dan Ucapan
  6. Pembacaan Berkas Perkara
  7. Persidangan Musyawarah dan Ucapan
  8. Minutasi
  9. Pengiriman Berkas Perkara

Pemilihan perkara merupakan tahapan ke dua dalam alur penanganan perkara di Mahkamah Agung. Jangka waktu penanganan perkara dalam tahap kedua adalah 14 hari yang terbagi pada proses penelaahan selama 7 hari dan pemilahan selama 7 hari. Untuk perkara khusus yang jangka waktunya ditetapkan dalam undang-undang, waktu pemilahan perkara paling lama 5 hari.

Alur kerja proses pemilahan perkara adalah sebagai berikut:

  1. Petugas penerima berkas perkara pada kepaniteraan Mahkamah Agung secara periodik mengambil berkas perkara dari PO BOX 212 Mahkamah Agung, dua  kali dalam seminggu.
  2. Petugas penerima berkas mengagenda berkas secara elektronik dengan menscan barcode pada surat pengantar berkas perkara melalui aplikasi SIAP. Bagi berkas perkara yang tidak disertakan barcode, petugas menginput nomor surat pengantar  dan informasi lannya dalam aplikasi SIAP.
  3. Petugas penerima mendistribusikan berkas perkara kepada panmud terkait sesuai dengan kode sticker warna berkas.
  4. Panitera Muda meneruskan berkas perkara kepada penelaah untuk diteliti kelengkapan berkas perkara termasuk kelengkapan dokumen elektronik dan diteliti aspek formalitas pengajuan perkara kasasi dan peninjauan kembali. Penunjukan penelaah berkas dilakukan oleh pejabat eselon III (Pranata Peradilan Ahli Muda) di bawah koordinasi Panitera Muda Perkara.
  5. Penelaah berkas menyerahkan berkas yang sudah ditelaah kepada Panitera Muda Perkara. Apabila ditemukan berkas yang tidak lengkap atau tidak memenuhi syarat formal, berkas dikembalikan kepada pengadilan pengaju.
  6. Panitera Muda Perkara atas nama Panitera Mahkamah Agung menunjuk hakim tinggi pemilah perkara  untuk  membuat lembar usulan pemilahan berkas perkara  sesuai ketentuan  SK KMA  Nomor 268/KMA/SK/XII/2019 tanggal 30 Desember 2019.
  7. Hakim tinggi pemilah perkara menyusun lembar usulan pemilahan perkara, mencetak rangkap 3 (tiga) dan memasukannya kedalam amplop tertutup dan menyerahkannya kepada panitera muda perkara bersamaan dengan berkas perakara. (konvensional)
  8. Hakim tinggi pemilah perkara menyusun lembar usulan pemilahan perkara dan menyimpannya dalam format file PDF.  File lembar usulan diunggah kedalam fitur pemilahan perkara dalam aplikasi Direktori Putusan, selanjutnya mencetak 3 rangkap pengantar penyerahan lembaran usulan yang telah dibubuhi barcode  dan menyerahkannya kepada Panitera Muda Perkara. (elektronik)
  9. Apabila hasil pemilahan berkas perkara menemukan berkas kategori I, lembar usulan disampaikan kepada panmud dalam lembar terbuka.
  10.   Panitera Muda Perkara meregister berkas perkara yang telah disertai lembar usulan pemilahan perkara dan mendistribusikannya kepada majelis hakim setelah mendapatkan penunjukan ketua majelis hakim oleh Ketua Kamar. (konvensional)
  11. Panitera Muda Perkara meregister berkas perkara yang telah disertai barcode pada surat pengantar penyerahan lembar usulan pemilahan perkara secara elektronik dan mendistribusikannya kepada majelis hakim setelah mendapatkan penunjukan ketua majelis hakim oleh Ketua Kamar. (elektronik)
  12. Mengembalikan berkas perkara kategori I dengan surat biasa tanpa dilakukan registrasi.
  13. Hakim Agung membaca lembar usulan berkas perkara yang telah disertakan dalam berkas. Apabila lembar usulan dikirim secara elektronik, hakim agung membuka aplikasi SIAP dan menscan barcode dalam surat pengantar penyampaian lembar usulan, kemudian mendownload dan/atau menceraknya. 

Hakim Tinggi Pemilah Baru

Berikut hakim tinggi pemilah perkara hasil rekrutmen tahun 2022 yang dilantik oleh Panitera MA.

  1. MACHRI HENDRA, S.H., M.H.  (Pidana)
  2. POSMA P NAINGGOLAN, S.H., M.H. (Pidana)
  3. MURGANDA SITOMPUL, S.H., M.H. (Pidana Khusus)
  4. ENDANG WAHYU UTAMI, S.H., M.H. (Perdata)
  5. NI LUH PERGINASARI ARTITAH RINI, S.H., M.Hum. (Perdata)
  6. SUSI SAPTATI, S.H., M.H. (Perdata)
  7. NINIL EVA YUSTINA, S.H., M.Hum. (Perdata)
  8. RETNO KUSRINI, S.H., M.H (Perdata)
  9. ENDAH DETTY PERTIWI, S.H., M.H. (Perdata)
  10. RAFMIWAN MURIANETI, S.H., M.H. (Perdata Khusus)
  11. ALBERTUS USADA, S.H., M.H. (Perdata Khusus)
  12. Dr. TAMAH, S.H., M.H. (Perdata Agama)
  13. Dra. Hj. SUHAIMI, M.H. (Perdata Agama)

Sedangkan hakim tinggi pemulah perkara hasil rekrutmen tahun 2020 yang dilantik adalah  Dr. Drs. H. Faisol, S.H., M.H (an)

Versi Mobile Direktori Putusan Kini Telah Bertengger di Google Play Store

JAKARTA | (12/8/2022)- Berdasarkan  sistem dashboard Google Analytic untuk Direktori Putusan base line data tahun 2021,   jumlah pageviews selama tahun 2021 adalah 48.906.055. Dari data tersebut, jumlah unique pageviews sebanyak 37.127.035.  Google Analytic juga mencatat bahwa sebagian besar diakses menggunakan perangkat mobile, yakni sebesar  72,9%. Sisanya,  sebanyak 26,6% mengakses Direktori Putusan menggunakan komputer desktop dan sebanyak 0,5% menggunakan tablet. Merujuk data tersebut, Kepaniteraan MA berusaha membangun Direktori Putusan versi mobile. Usaha tersebut telah berhasil, kini versi mobile Direktori Putusan telah bertengger di Google Play Store, https://play.google.com/store/apps/details?id=go.id.mahkamahagung.dirput.

Panitera MA, Ridwan Mansyur, mengatakan  kehadiran Direktori Putusan versi mobile diharapkan memudahkan publik mengakses Direktori Putusan kapan pun dan dimanapun.

“Kehadiran versi mobile Direktori Putusan memudahkan siapapun untuk mengakses data putusan pengadilan melalui perangkat di genggamannya”, ujar Panitera MA

Panitera MA mengajak jajaran pengadilan untuk mengunduh aplikasi Direktori Putusan versi mobile dari Google Playstore, dan mensosialisasikan seluas-luasnya.

“ini adalah upaya Kepaniteraan MA untuk meningkatkan layanan informasi publik. Oleh karena itu perlu disosialisasikan seluas-luasnya”, pungkas Panitera MA. [an]

Ketua MA Lantik 2 Hakim Agung dan 2 Hakim Ad Hoc Tipikor, Begini Komposisi Hakim Agung MA Saat ini

JAKARTA | (11/08) Ketua MA Prof. Dr. H.M. Syarifuddin, S.H., M.H mengambil sumpah dan melantik 2 orang  Hakim Agung dan 2 Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Mahkamah Agung dalam sidang Pleno yang dilaksanakan  Kamis (11/08) bertempat di Ruang  Prof. Dr. Kusumah Atmadja Gedung MA Lt 14, Jakarta.  Dua orang Hakim Agung yang dilantik tersebut adalah  Dr. Nani Indrawati, S.H., M.Hum dan Dr. Cerah Bangun, S.H., M.H. Sedangkan dua orang Hakim Ad Hoc Tipikor yang dilantik adalah  Dr. Agustinus Purnomo Hadi, S.H., M.H dan H. Arizon Mega Jaya, S.H., M.H. Pengangkatan mereka dalam jabatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 83/P Tahun 2022 tanggal 20 Juli 2022.

Dr. Nani Indrawati, S.H., M.Hum ditempatkan sebagai hakim agung pada Kamar Perdata sedangkan Dr. Cerah Bangun, S.H., M.H sebagai hakim agung pada Kamar TUN. Dengan pelantikan  tersebut, kini jumlah  hakim agung sebanyak 50 orang, hakim ad hoc Tipikor sebanyak 4 orang dan hakim ad hoc PHI sebanyak 5 orang.

Komposisi Hakim Agung MA pasca pelantikan pada 12 Agustus 2022 adalah sebagai berikut

PIMPINAN    

  1. PROF. DR. H. M. SYARIFUDDIN, SH, M.H (Ketua MA)
  2. DR. H. ANDI SAMSAN NGANRO, SH. MH. (Wakil Ketua MA Bidang Yudisial)        
  3. DR. H. SUNARTO, SH., MH. (Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial)

KAMAR PIDANA               

  1. DR. H. SUHADI, SH. MH. (Ketua Kamar Pidana)
  2. DR. H. ANDI ABU AYYUB SALEH, SH. MH.
  3. PROF. DR. H. SURYA JAYA, SH. M.HUM.
  4. DR. SALMAN LUTHAN, SH. MH.
  5. SRI MURWAHYUNI, SH. MH.
  6. DR. M. DESNAYETI, SH., MH.
  7. DR. H. EDDY ARMY, SH., MH
  8. Dr. GAZALBA SALEH, SH., MH
  9. SOESILO, S.H., M.H
  10. H. DWIARSO BUDI SANTIARTO, S.H., M.HUM
  11. Dr. PRIM HARYADI, S.H., M.H.
  12. SUHARTO, S.H., M.HUM.
  13. JUPRIYADI, S.H., M.HUM.
  14. YOHANES PRIYANA, S.H., M.H.

KAMAR PERDATA            

  1. I GUSTI AGUNG SUMANATHA, SH., MH (Ketua Kamar Perdata)
  2. PROF. DR. TAKDIR RAHMADI, SH. LLM.
  3. DR. ZAHRUL RABAIN, SH., MH
  4. SYAMSUL MA'ARIF, SH. LLM. PHD.
  5. DR. NURUL ELMIYAH, SH. MH.
  6. DR. YAKUP GINTING, SH., C.N, MKn.
  7. DR. HAMDI, SH., MH.
  8. SUDRAJAD DIMYATI, SH., MH.
  9. MARIA ANNA SAMIYATI, SH., MH.
  10. DR. PANJI WIDAGDO, SH, MH
  11. DR. IBRAHIM, SH, M.H, LLM      
  12. Dr. Drs. MUHAMMAD YUNUS WAHAB SH., MH
  13. DR. PRI PAMBUDI TEGUH, SH, M.H,      
  14. DR. RAHMI MULYATI, S.H., M.H.
  15. Dr. H. HASWANDI, S.H., S.E., M.HUM., M.M.
  16. Dr. NANI INDRAWATI, S.H., M.Hum

KAMAR AGAMA      

  1. PROF. DR. H. AMRAN SUADI, SH., MH., MM. (Ketua Kamar)
  2. DR. H. PURWOSUSILO, SH., MH.
  3. DR. H. EDI RIADI, SH, MH
  4. Dr. YASARDIN, SH., M.Hum
  5. Dr.ABDUL MANAF, S.H., M.Hum
  6. DRS. H. BUSRA, S.H., M.H.

KAMAR TATA USAHA NEGARA    

  1. DR. H. SUPANDI, SH. M.HUM. (Ketua Kamar)
  2. DR. H. YULIUS, SH. MH.
  3. DR. IRFAN FACHRUDIN, SH., MH
  4. IS SUDARYONO, SH., MH.
  5. DR. YOSRAN, SH., M.HUM     
  6. Dr. H. YODI MARTONO WAHYUNADI, SH., MH
  7. Dr. CERAH BANGUN, S.H., M.H

KAMAR MILITER    

  1. DR. BURHAN DAHLAN, SH., MH.
  2. HIDAYAT MANAO, SH., MH 
  3. DR. SUGENG SUTRISNO, S.H., M.H
  4. DR. TAMA ULINTA BR. TARIGAN, S.H., M.KN.

HAKIM AD HOC

Untuk penanganan perkara  tindak pidana korupsi dan perselisihan hubungan industrial,  dalam komposisi majelis hakim kasasi/peninjauan kembali yang menangani perkara tersebut harus ada unsur hakim Ad Hoc.  Jumlah hakim Ad Hoc yang dimiliki Mahkamah Agung sebanyak  9 orang terdiri dari Hakim Ad Hoc Tipikor sebanyak  4 orang dan Hakim Ad Hoc PHI sebanyak 5 orang.  Berikut daftar Hakim Ad Hoc PHI dan Hakim Ad Hoc Tipikor pada Mahkamah Agung per  11 Agustus 2022:

HAKIM AD HOC TIPIKOR

  1. Ansori, S.H., M.H
  2. Dr. Sinintha Yuliansih Sibarani, S.H., M.H
  3. Dr. Agustinus Purnomo Hadi, S.H., M.H
  4. H. Arizon Mega Jaya, S.H., M.H

HAKIM AD HOC PHI

  1. Sugeng Santoso PN, MM., MH.
  2. Junaedi, SH., SE., M.Si
  3. Sugiyanto, S.H., M.H
  4. Achmad Jaka Mirdinata, S.H., M.H.
  5. Andari Yuriko Sari, S.H., M.H